INFO : Yuk Gabung Di Bo Shiokuda2 Cabang Resmi Bo Shiokuda1 Bandar Togel Online Teraman Terpercaya|Agent Togel Online Terbaik Terpercaya|Agent Casino Online Terbaik Terpercaya |Deposit/Withdraw Rp 50.000|Promo Bonus Harian Rp 5.000|Promo CashBack|Promo Singapore Toto Bonus Ektra Additional Number Hadiah 4D x 3.300.000 3D x 500.000 2D x 80.000|Bonus Referal 1%-3% |Buruan Daftar Di Link Versi Pc www.telorrebus.com Link Versi Wap www.tarikterus.com/wap| Kemenangan Berapa Pun Kami Bayar Lunas Kami Berikan Bukti Bukan Janji !!

Persiapan Sedekah Laut Diobrak-abrik, Polisi Sita Spanduk dan Penjor

Warga menyiapkan makanan yang seharusnya disajikan saat Sedekah Laut

AngkaSensitif -  Polres Bantul menyita beberapa barang bukti terkait pengrusakan properti acara sedekah laut di Pantai Baru, Bantul tadi malam. Apa saja barang bukti yang diamankan polisi?

"Kalau (Mobil) Ambulan belum, (Barang bukti yang diamankan) hanya spanduk dari Ormas, serta penjor (Hiasan dari pohon pisang) untuk ritual sedekah (Laut) yang dirusak (Kelompok tak dikenal)," ujar Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan saat dihubungi wartawan, Sabtu (13/10/2018).

Sahat juga membenarkan bahwa spanduk yang disita bertuliskan penolakan kesyirikan berbalut budaya. Dari penelusuran detikcom, spanduk itu bertuliskan 'Kami Menolak Semua Kesyirikan Berbalut Budaya, Sedekah Laut atau Selainnya' dari lokasi acara.

Sebanyak 9 orang yang diduga terlibat dalam aksi ini telah dimintai keterangannya di Mapolres Bantul. Soal dugaan bahwa kelompok itu membawa senjata tajam saat beraksi juga sedang didalami polisi.

"Informasinya begitu (Ada yang bawa sajam), tapi akan kita pastikan dengan pemeriksaan yang dilakukan," ucapnya.

Sahat mengatakan bahwa pihak panitia masih trauma tapi tidak mempermasalahkan kejadian itu. Namun polisi tetap mengusut kasus ini.

Sedangkan warga yang telah terlanjur menyiapkan berbagai makanan untuk acara ini, akhirnya membagikannya kepada pengunjung pantai dan warga sekitar.

Begini Kronologi Mobil Sebelum Terjun ke Jurang di Sarangan Magetan

kecelakaan mobil 

AngkaSensitif - Honda CRV warna putih dengan nopol T 1201 EJ terjun ke jurang di Jalan Raya Sarangan Plaosan Magetan, Pukul 15.00 WIB. Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan 1 orang tewas. 

Bagaimana kronologis kecelakaan yang berlokasi sama dengan tempat musibah bus rombongan peziarah asal Surabaya saat menabrak tebing yang menewaskan dua orang hati Minggu lalu?

"Semula kendaraan CRV nopol T 1201 EJ yang dikemudikan oleh Rini Puspitawati bergerak dari arah barat ke timur, atau dari arah Sarangan menuju Magetan. Memasuki bawah taman jalan persimpangan antara arah telaga Sarangan - Cemoro Sewu menuju Karanganyar, kendaraan tersebut berjalan lurus tanpa ada pengeriman," kata Kapolsek Plaosan AKP Sukono saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/10/2018).

Dari keterangan beberapa saksi, jelas AKP Sukono, mobil yang dikendarai Rini itu terlebih dulu menabrak sebuah pembatas jalan hingga akhirnya terjun ke jurang. Jurang sedalam sekitar 100 meter itu berada di atas sentra kebun stroberi Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan.

"Lokasi kecelakaan memang sangat rawan berada di lokasi yang sama saat bus rombongan peziarah asal Surabaya menabrak tebing Minggu lalu," jelasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Magetan AKP Himmawan Setiawan mengatakan, untuk proses evakuasi mobil membutuhkan tenaga ekstra, dan akan dilakukan Minggu (13/10/2018) besok. "Karena kondisi medan yang curam dan gelap," terangnya.

Himmawan mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan yang menewaskan satu orang itu. Kecelakaan juga mengakibatkan pengemudi kritis karena luka pendarahan di kepala.

"Besok kita evakuasi dan penyebab kecelakaan kita masih selidiki," tuturnya



Satgas Gabungan: Korban Gempa-Tsunami Sulteng Capai 2.091 Orang

Korban gempa Palu dimakamkan di pemakaman massal

AngkaSensitif -  Satuan Tugas Gabungan Paduan (Satgasgabpad) bencana gempa-tsunami Sulawesi Tengah masih menemukan jenazah korban meski masa pencarian telah usai. Berdasarkan data terbaru, korban yang ditemukan tercatat sudah 2.091 jiwa.

"Walaupun pelaksanaan Evakuasi sudah resmi dihentikan pada mulai kemarin, penemuan korban berlanjut pada waktu pembersihan puing-puing bangunan oleh Satgasgabpad sehingga sampai malam ini jumlah korban yang ditemukan sudah mencapai 2.091," kata Kabag Humas Pemprov Sulteng, Adiman dalam keterangannya, Sabtu (13/10/2018).

Jumlah itu terhitung per pukul 19.51 WITa. Jumlah korban luka tercatat sebanyak 4.612 orang. Sisanya ratusan orang masih dilaporkan hilang dan tertimbun.

"Korban Hilang 680. Korban Tertimbun 152. Jumlah Rumah Rusak yang sudah terdata 68.451. Jumlah Pengungsi 78.994," kata Adiman.

Gempa susulan juga terus terjadi di wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Hingga Sabtu (13/10) tercatat ada 534 gempa susulan tapi tak seluruhnya dirasakan. Gempa susulan ini dihitung setelah terjadinya gempa magnitudo 7,4 di Donggala pada Jumat (28/9) lalu. Gempa itu memicu munculnya tsunami di Donggala dan Palu.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan masa tanggap darurat penanganan gempa dan tsunami diperpanjang 14 hari. Masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana, pembangunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangunan dan lainnya

Kecelakaan TransJakarta vs Truk di Warung Jati Arah Mampang

Trans Jakarta VS Truk

AngkaSensitif - Sebuah bus TransJakarta dan truk mengalami kecelakaan pagi ini. Saat ini kecelakaan tersebut masih dalam penanganan petugas. 

Informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Kamis (4/10/2018), kecelakaan terjadi di depan SPBU Pertamina, Jalan Warung Jati Barat, Mampang, Jakarta Selatan. Belum diketahui apakah ada korban atau tidak. 

Dalam foto yang diunggah TMC Polda Metro, terlihat bodi depan bus TransJakarta MYS-18172 ringsek akibat menabrak separator busway. 

Sementara bodi bagian belakang tampak ringsek karena ditabrak truk berwarna hijau dengan pelat nomor B-9974-VDA. 

Belum dapat diperoleh informasi juga apakah kecelakaan ini mengakibatkan kemacetan atau tidak serta kronologis kecelakaan tersebut. Petugas dari Polri masih melakukan penanganan di lokasi. 

Mobil Kapolres Tulungagung Kecelakaan di Tol Akibat Sopir Ngantuk

Kapolres Tulungagung

 AngkaSensitif - Mobil Toyota Land Cruiser yang ditumpangi Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan istrinya, mengalami kecelakaan di ruas tol Surabaya-Mojokerto (SuMo). Kecelakaan ini diduga akibat sopir mengantuk.

Kasat Lantas Polresta Mojokerto AKP Edwin Nathanael mengatakan, mobil pribadi nopol AG 908 RS itu melaju dari arah Surabaya ke Jombang. Sampai di KM 716.600, mobil yang dikemudikan Bripda Tomi mendadak hilang kendali dan menabrak pembatas jalan tol.

"Dugaan sementara akibat sopirnya mengantuk. Tadi sempat kami mintai keterangan, dia (sopir) mengaku mengantuk," kata Edwin kepada wartawan di RS Citra Medika, Tarik, Sidoarjo, Jumat (28/9/2018).

Edwin mengaku masih mendalami kronologi kecelakaan tersebut. Pihaknya akan kembali melakukan olah TKP pagi ini.

"Setelah giat di Polda saya akan ke lokasi kecelakaan untuk olah TKP. Dugaan sementara laka tunggal," terangnya.

Mobil berwarna hitam ini mengalami kecelakaan di KM 716.600 tol SuMo, Desa Sidorejo, Jetis, Mojokerto pada Kamis (27/9) sekitar pukul 23.30 WIB.

Mobil tersebut ditumpangi Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, istrinya Anggi dan Ajudannya Bripda Lutfi. Mobil pribadi nopol AG 908 RS ini dikemudian Bripda Tomi. Keempatnya langsung dibawa ke UGD.

Sebelum kecelakaan terjadi, mobil tersebut melaju dari arah Surabaya ke Jombang. Sampai di lokasi, mobil hilang kendali dan menabrak pembatas jalan tol.

Misteri Pelaku Penusukan Kepala Cabang Sebuah Bank di Kediri

Pembunuhan
AngkaSensitif - Insiden mengerikan terjadi pada Jonny Suwono (43), seorang kepala cabang di sebuah bank sekuritas yang ada di Kota Kediri. Ia mengaku ditusuk oleh anak buahnya sendiri saat bekerja.

Pria berusia 43 tahun itu mengaku bepergian bersama anak buahnya, seorang perempuan berinisial RR pada hari Selasa (25/9/2018) sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia dengan nopol N 1437 BV. Tujuan mereka adalah ke Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri untuk menemui seorang nasabah.

Namun ketika sedang menunggu calon nasabah di pinggir jalan, korban tiba-tiba ditusuk pisau dari belakang oleh pelaku. Warga Kota Surabaya itu dilaporkan mengalami luka tusuk di leher kanannya sedalam 2 cm dan harus mendapatkan 15 jahitan.

"Kalau menurut cerita Jonny saat ditelepon, anak buahnya yang tadinya duduk di sampingnya, pindah ke belakang dan tiba tiba langsung ditusuk pada leher bagian kanan," ungkap Samsi, rekan Jonny.

Samsi adalah orang yang dimintai bantuan oleh Jonny untuk mendampinginya saat berada di RSUD Pelem, Pare pasca penusukan.

Insiden ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih. Menariknya, terduga pelaku langsung dapat diamankan tak lama setelah kejadian berikut mobil yang dikendarai korban dan terduga pelaku.

"Kami telah amankan perempuan yang bersama dengan korban dan diduga melakukan kekerasan, namun masih perlu penyelidikan dan keterangan korban. Sebilah pisau juga telah kami amankan dan mobil korban," katanya.

Kasus Suporter Tewas, Persija Ingin ke Depannya Sanksi Tak Setengah-Setengah

Korban Persija

AngkaSensitif - Seorang suporter Persija Jakarta tewas dihajar oleh sekumpulan oknum pendukung Persib Bandung. Persija berharap ke depannya ada hukuman yang benar-benar keras.

Haringga Sirila, anggota The Jakmania, meninggal usai dikeroyok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api jelang laga Persija vs Persib, Minggu (23/9/2018) kemarin. Ini adalah korban ketujuh sejak 2012, dari rivalitas Persija - Persib.

Imbas dari kejadian ini, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan liga untuk sementara waktu, sampai batas yang tidak ditentukan. Sebelumnya Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) memang mengusulkan liga dihentikan sementara.

Direktur Utama Persija Gede Widiade sangat menyayangkan kejadian suporter tewas terus berulang. Berkaca dari rentetan yang tak kunjung berhenti ini, Gede berharap ke depannya ada hukuman yang benar-benar membuat jera suporter dan klub.

Gede menilai selama ini sanksi-sanksi atas kejadian serupa tak pernah benar-benar bikin kapok, semisal denda yang relatif mudah dibayar tim-tim besar macam Persija, Persib, Persebaya Surabaya, atau Arema FC. Sementara suporter hampir tak merasakan langsung dampak sanksi tersebut.

"Mungkin kemarin dari BOPI merasa sakit dengan kejadian ini, lalu seminggu (liga) tidak boleh main. Itu kalau sekadar shock therapy, boleh. Dari pak menteri usul dua minggu. Dari APPI usul sebulan-dua bulan. Tapi memangnya mudah? Efek pemberhentian tidak semudah itu, jangan putuskan karena emosional," kata Gede dalam talkshow Indonesia Lawyers Clus (ILC), Selasa (25/9) malam WIB.

"Menurut saya kalau kita bicara soal bela sungkawa, semoga tidak terjadi lagi, itu klise. Yang paling penting dirumuskan, kalau sampai terjadi lagi, hukumannya tak bisa ditolerir lagi. Downgrade (degradasi) atau satu tahun tidak boleh main di kandang dan tanpa penonton. Jelas."

"Menurut saya, kalau sampai suporter tidak diizinkan menonton setahun, baik Persib, Persija, atau mungkin Persebaya, sama saja dengan dia tidak salat setahun. Bayangin, masuk neraka dia," imbuhnya.

Gede juga berharap ada evaluasi nyata terhadap regulasi saat ini. Sebab belum ada aturan tegas soal klub-klub dan suporternya yang terlibat kekerasan yang berujung kematian.

"Perlu ada tindakan konkret untuk mengevaluasi regulasi yang ada. Kalau dari polisi jelas: membunuh dihukum 17 tahun. Efek jeranya ada. Tapi kalau klub, tidak ada. Ini mohon dipikirkan," sambungnya.

"Efek jera ini tidak pernah diberikan kepada suporter dan klub. Hukuman apapun, dari institusi apapun, kalau tidak memberikan efek jera ke klub dan suporter ya tidak signifikan. Coba hukuman ini jangan diputuskan searah, ajak kami, ajak semua bicara. Cari tahu apa yang ditakutkan suporter dan klub," tandas Gede. 

2 Mobil Terlibat Kecelakaan di Tol Dalam Kota

Kecelakaan Mobil

AngkaSensitif - Dua mobil terlibat kecelakaan di KM 05+400 tol dalam kota arah ke Cawang. Saat ini kedua mobil tersebut dalam penanganan petugas. 

"Masih dalam penanganan petugas, mobil Honda Jazz dan Chevrolet terlibat kecelakaan," kata petugas call center Jasamarga. Ahmadi, saat dihubungi detikcom, Minggu (23/9/2018). 

Ia mengatakan kecelakaan tersebut dilaporkan pukul 23.40 WIB. Kedua kendaraan tersebut telah dievakuasi ke bahu jalan.

Sementara itu Ahmadi menyebut saat ini kondisi lalu lintas di lokasi terpantau lancar. Namun belum diketahui data lebih lanjut mengenai kronologi maupun adanya korban.

"Kondisi lancar nggak menggnggu lajur karena sudah dipindahkan ke bahu jalan," kata Ahmadi.

Mengenai kejadian ini akun Twitter @TMCPoldaMetro juga mentweet informasi terkait peristiwa kecelakaan itu. Berikut ini bunyi cuitannya:

"23:35 Kecelakaan dI KM 05+400 tol Dalam kota Kuningan (arah Cawang ) melibatkan 2 kendaraan
Honda Jazz B 1198 TFF & Minibus & dlm penanganan #Polri

Table Shio 2018

TABLE RESULT SHIOKUDA2

RESULT PASARAN
TANGGAL PASARAN RESULT
15 OKT 2018 SIERRALEONE 1362
14 OKT 2018 PARMA 9208
14 OKT 2018 HONDURAS 7420
14 OKT 2018 MELBOURNE 4337
14 OKT 2018 SINGAPORE 5536
14 OKT 2018 UKRAINE 4309
14 OKT 2018 INCHEON 2834
14 OKT 2018 HONGKONG 0756

PREDIKSI SHIOKUDA-2

PREDIKSI SHIOKUDA
TANGGAL PASARAN AI
16 OKT 2018 SIERRALEONE 1359
15 OKT 2018 PARMA 1257
15 OKT 2018 HONDURAS 0359
15 OKT 2018 MELBOURNE 1458
15 OKT 2018 SINGAPORE 1358
15 OKT 2018 UKRAINE 078
15 OKT 2018 INCHEON 0146
15 OKT 2018 HONGKONG 3568